Tentang Kami

Manusia diciptakan oleh Allah dengan kesempurnaannya dan kemuliannya, manusia diberikan akal dan ditinggikan derajatnya, dengan akalnya manusia dapat berpikir mengajukan pertanyaan serta memecahkan masalah, dengan akalnya pula manusia diangkat derajat kemuliannya dari mahluk mahluk ciptaan Allah yang lain. dengan potensi inilah manusia diutus sebagai khalifah di bumi.

Dalam Al-Quran manusia disebutkan Allah dalam kata al-Basyr,al-Insan, al-Nas, al-Ins dan Bani Adam. Semua sifat itu adalah potensi manusia untuk melangsungkan kehidupannya di bumi. Tetapi potensi ini haruslah diarahkan agar tercipta manusia yang dapat memimpin sebagai Khalifah Fil Ardhi. Maka dengan itu Allah Mengutus para Nabi dan Rasul juga menurunkan kitab-kitabnya agar potensi manusia itu dapat diarahkan menjadi potensi yang baik.

Ketika manusia lahir, Allah memberikan fitrah yang sejalan dengan Al-quran, dan dengan seiring berjalannya waktu manusia tergoda dengan dunia dan kotorannya (syubhat & syahwat, dosa-dosa besar, syirik dan bid’ah dalam ibadah, hasad dan manifestasinya yang berupa cinta dunia). Kotoran dunia inilah yang menjadikan kita manusia Jahiliah, manusia yang tidak tertata, tidak beradab dan inilah sumber kesengsaraan bagi umat.

Dalam Al-Quran secara garis besar makna jahiliah ada 4 yaitu: Pertama, prasangka jahiliyah, itulah suudzan kepada Allah yang merupakan lambang kerusakan hati dan aqidah. Dan semua kerusakan aqidah di tengah umat, sumbernya adalah dzan jahiliyah. Memiliki prasangka yang buruk tentang Allah. Kedua, hukum jahiliyah, itulah setiap aturan yang melanggar syariat. Yang merupakan sumber kerusakan tatanan masyarakat. Ketika manusia dibiarkan meraba untuk membuat aturan sendiri dengan spekulasi akalnya, bisa dipastikan akan ada banyak kedzaliman dan ketimpangan. Sehingga mereka butuh aturan syariat, agar mereka bisa lebih terkendali. Ketiga, tabarruj jahiliyah, pamer keindahan tubuh di tengah masyarakat. Yang merupakan lambang kerusakan wanita. Ketika mereka dibiarkan bebas, tidak dijaga kehormatannya, pamer aurat di sembarang tempat, maka maksiat akan mewabah di tengah masyakat. Keempat, fanatisme jahiliyah. Cinta dan benci karena golongan. Memberikan pembelaan karena kepentingan golongan. Sehingga rela menolak kebenaran demi golongan.

Inilah akhir zaman, zaman yang mengingatkan kita bahwa kita hari ini ada di masa jahiliah modern, masa dimana budaya KKN, zina, homo, lesbi, premanisme, dan sampai dengan pembunuhan, pemerkosaan dan budaya pacaran yang notabone dengan pakaian-pakaian tidak menutup aurat atau menutup aurat namun telanjang bukan lagi pemandangan yang tabu, namun hampir setiap hari berita-berita yang demikian menghiasi media elektronik, cetak, dan media online.

Oleh karena itu kita membutuhkan penyucian jiwa dari kotorannya, berhijrah dari perilaku jahiliah kepada perilaku sunnah dan kembali menjadikan Al-Quran sebagai pedoman. ketika ada jiwa yang gelisah, jiwa yang haus dan sedang mencari jalan kembali dalam dekapan fitrah, mencari jati diri, mencari kesembuhan haqiqi dari keterasingan dunia dan beratnya belantara kehidupan.

Kami Merupakan Representative Ummat dan menginginkan dakwah tauhid ini menyebar kesegala penjuru Nusantara dan Rumah Rehab Bogor ini kami persembahkan Bagi Keluarga Besar Alumni Pelatihan RehabHati Indonesia [peserta pelatihan ruqyah yang sudah ikut tazkiyyah dan teraphy al Qur’an]. Program pembinaan, pengkaderan dan pengobatan, dan semua ini gratis, sebagai salah satu bentuk realisasi visi-misi dan komitmen serta persembahan kami untuk ummat.

REHABHATI Bogor sendiri adalah cabang dari yayasan rehab hati yang mempunyai visi Indonesia Bertauhid 2020, ini merupakan usaha dakwah kami untuk mewujudkan hal tersebut. Pergerakan ini sebuah persembahan untuk perubahan. Mungkin tidak besar dalam skala global, namun besar bagi setiap pribadi yang tersentuh. Mungkin kecil dimata manusia,namun semoga besar disisi Allah ta’ala. Sehingga kelak menjadi saksi, dan kita –dengan bangga– bisa mengatakan: Ya Rabb, dahulu kami pernah bercita-cita ingin mengubah tatanan ruqyah nasional meski ilmu dan usia kami tdk mencukupi besarnya harapan

Rehab Hati Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *